• Kornum Aagesen posted an update 2 months ago

    SariAgri – Penyu masuk dalam kategori hewan langka. Namun Kepulauan Cayman justru menjadikan penyu sebagai santapan sesuai tradisi mereka. Meski langka tetapi keberadaan penyu di kepulauan itu terselamatkan oleh peternakan Cayman Turtle Centre.

    Dilansir Modern Farmer, di Kepulauan Cayman, penyu adalah hewan istimewa. Gambar penyu menghiasi bendera pulau, maskot maskapai penerbangan utama wilayah Inggris dan dicetak pada uang kertas 5 dolar. Selain itu, penyu menjadi bahan utama dalam hidangan nasional Kepulauan Cayman yaitu sup penyu laut.

    Manjadi dilema memilukan ketika penyu menjadi hewan langka sejak 1973 tetapi masih harus menjadi sajian utama di pulau itu. Namun, tradisi kuliner penting bagi kepulauan di bagian barat Laut Karibia ini terselamatkan karena adanya peternakan yang menyediakan penyu untuk konsumsi lokal.

    Baca Juga: Lima Jenis Ikan yang Bisa Dibudidayakan di Air Payau Mengenal 8 Alat Penangkap Ikan yang Ramah Lingkungan

    Studi baru yang diterbitkan di Frontiers in Marine Science menyebutkan peternakan penyu telah memainkan perang penting dalam pemulihan spesies di Kepulauan Cayman.

    Berita Perikanan Dahulu, Kepulauan Cayman merupakan rumah bagi populasi penyu yang berkembang pesat. Jumlah hewan itu melimpah sehingga Christopher Columbus yang tiba di Karibia menyebutnya Las Tortugas dalam Bahasa Spanyol atau kura-kura.

    Daging penyu menjadi bagian dari makanan penunjang kehidupan penduduk dan pengunjung pulau. Tahun 1600, Kepulauan Cayman menjadi perhentian utama kapal yang berlayar di Karibia. Para pelaut membeli penyu dari warga lokal untuk menjadi santapan mereka hingga terwujud skala ekonomi internasional.

    Namun, tahun 1800 industri penyu di Kepulauan Cayman mulai menguras populasi penyu. Setelah itu, pada 1968 perusahaan bernama Maritime Ltd. didirkan di Grand Cayman untuk membiakkan penyu hijau dengan tujuan komersiil. Saat itu penyu hijau sudah terancam punah.

    Peternakan itu disebut dengan Cayman Turtle Farm yang bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi lokal tanpa menguras populasi liar dari spesies hewan itu. Tahun 2016 Cayman Turtle Farm berganti nama menjadi Cayman Turtle Centre yang ditujukan juga menjadi objek wisata populer. Di sana pengunjung bisa memegang, mencium dan berpose dengan penyu muda.

    Tempat itu juga menjadi fasilitas konservasi, program penangkaran melepaskan penyu ke alam liar yang diternakkan di penangkaran. Peternakan itu berperan dalam pemulihan penyu hijau.

    Ketua peneliti yang juga Profesor Ilmu Konservasi di Universitas Exeter, Brendan Godley bersama Departemen Lingkungan Kepulauan Cayman, Godley, memantau populasi penyu yang bertelur selama 22 tahun. Mereka menemukan populasi liar telah mengalami pemulihan yang luar biasa.

    Saat penghitungan pertama dilakukan dari tahun 1998-1999, hanya ditemukan total 39 sarang penyu di ketiga pulau itu. Pada 2019 terdapat 675 sarang.

    Meski masih jauh dari populasi penyu yang melimpah seprti dulu, tetapi pemulihan penyu bergerak ke arah positif tanpa menghalangi tradisi kuliner bersejarah.

    Faktanya, upaya konservasi baru-baru ini diyakini menjadi penyebab meningkatnya permintaan daging penyu lokal yang naik 4,1 persen pada 2020.

    Video terkait: